Senin, 10 September 2012

pepesan kosong

pepesan kosong ini lakonnye
sayang disayang
enak didenger sambil sarapan
yang kantongnya kosong banyak akalnye
aduh nyonya
yang kantongnya kosong banyak akalnye
gak gablek duit banyak utangnye

pepesan kosong lagu betawi
sayang disayang
betawi ada bukan semarang
paling kesian anak betawi 
aduh nyonyah
paling kesian anak betawi
negerinye abis diambil orang

senayan digusur, kemayoran digusur, tebet digusur.
engkong digusur, uyut digusur, encang digusur,..
            Hehehe.. tertawa sendiri saya mendengar lagu lama  ini, jadi teringat film 90 an pepesan kosong sebuah sitcom betawi yang benar-benar mengedepankan kebudayaan betawi. yah dulu saya masih sangat kecil, sehingga tidak begitu ingat betul cerita-ceritanya, tapi beberapa karakternya saya ingat seperti pak bolot yang jadi erte pak malih tong-tong jadi hansipnyeh hehe.. bawaannya kesel mulu dia kalo udah ngomong sama pak erte yang bolot hihihi… juga mat tuyul yang kepalanya sering jadi korban toyoran orang-orang hehe.. wah benar-benar lucu. Sitcom seperti itu sayangnya sudah tidak ada lagi sekarang digantikan dengan sitcom-sitkom yang menonjolkan hal-hal yang vulgar hmm bukan budaya.
            Saya sudah coba cari videnya di yutub tapi tidak saya temui, yah mungkin film ini terlalu jadul, atau mungkin tidak ada record lagi tentang film ini, waduh sayang sekali kalau begitu. Yang saya temui hanya lagunya saja di yutub dengan videonya hanya gambar sebuah bayangan laki-laki berpeci yang berlambang tanda Tanya dan ada tulisan singgasana DKI. Yah sepertinya istilah pepesan kosong jaman sekarang lebih mengacu pada dunia politik kita tidak hanya di Jakarta tapi dihampir semua lapisan politik,, itu semua hanya pepesan kosong.
            Wah saya tidak mau bahas masalah politik, tidak menegrti saya hehe.. lebih baik dengerin lagu ini saja yang masih saya ulang-ulang. Dulu saya tidak begitu paham maksud lagu ini, tapi sekarang saya mengerti. Lagu ini sebenarnya menceritakan sedikit tentang kehidupan  masyarakat betawi, apalagi pada bait terakhir, “paling kesian anak betawi negerinya abis diambil orang” kemudian secara terang-terangan lagu ini juga menyebut nama daerah seperti senayan, kemayoran dan tebet. Kita pasti tahu daerah yang disebut itu sekarang menjadi kota metropolitan  banyak gedung-gedung bertingkat perumahan elit dan lain sebagainya.. kemana kampong betawi?? Yah digusur seperti kata lagu itu.
            Tapi itulah orang betawi, mereka bahkan membuat lagu yang menceritakan kemalangan atau kesedihan dengan nuansa ceria dengan ritme yang menyenangkan, saya bahkan dulu tidak tahu bahwa lagu ini menceritakan hal seperti ini. saya bangga dengan orang-orang betawi akan banyak hal, bukan karena saya orang betawi bahkan saya bukan orang betawi, saya sunda, asli suku sunda, tapi saya bangga dengan orang betawi, Masyarakat betawi adalah suku yang paling welcome seIndonesia, mereka tahu negeri mereka atau tanah mereka yaitu Jakarta walau “habis diambil orang” tapi apa masyarakat betawi lalu memberontak dan mengusir suku-suku lain dari “negerinya” ? tidak. Oh yah saya jadi inget film “Si Doel” yang diperankan Rano Karno, ada satu scene dimana si doel dan keluarganya Babeh, Enyak, Atun, Mandra pergi berziarah ke makam leluhur mereka, tapi mereka malah berziarah ke lapangan golf, mereka duduk layaknya orang berziarah kubur ditengah-tengah orang-orang kaya yang sedang bermain golf yang tampak kebingungan melihat tingkah mereka.. yah tapi ternyata memang disitulah makam leluhurnya yang sudah berubah menjadi lapangan golf. Dari film si Doel yang sempat diputar di RCTI beberapa waktu lalu, juga banyak kita lihat budaya dan keseharian masyarakat betawi yang begitu kental begitu terasa, di tengah-tengah perumahan elit dan apartement mewah, masih berdiri dengan gagah sebuah rumah tradisional betawi dengan opletnya.
            Itulah masyarakat betawi, yang kata orang, betawi itu kasar kalo ngomong kayak ngajakin ribut, senggol bacok lah apalah, tapi lihat kenyataannya. Belum pernah ada beritanya perang antar suku di Jakarta?? Loh lah iyah Jakarta kan plural hampir semua suku di Indonesia bisa kita temui disana, tapi apa pernah terdengar suku betawi ngamuk mengusir suku Jawa misalnya?? Enggak pernah kan. Walau mereka terlihat kasar contohnya aja adat waktu ngelamar, masa rombongan penganten pria dihadang suruh adu pantun sama adu silat dulu? Tapi saat itulah mereka menonjolkan identitas mereka, seperti berpantun ala orang betawi dan semua orang suka pantun, lihat saja opi kumis di fesbuker saat dia berpantun itu saat yang paling ditunggu-tunggu hehe. Lalu pencak silat itu pun budaya betawi, lah orang mau ngelamar koq malah ngadu silat, hehe gak beneran koq silatnya mereka paling nunjukin kebolehan dulu dengan mendemonstrasikan jurusnya, kalo pun harus beradu paling hanya acting seperti film the raid, oh ya pemeran utama the raid Iko Uwais saja orang betawi hehe.
             Sejak kuliah di ciputat, saya punya banyak teman orang betawi, saya perhatikan mereka selalu ceria, kalau bicara memang agak keras tapi mereka semua baik,  mereka bisa berteman dengan siapa saja banyak pula dari mereka yang tidak tinggal di perumahan-perumahan. Mereka teman-teman saya yang menikmati lengangnya  Jakarta saat mudik hari raya, mereka adalah orang-orang yang merelakan setiap inci tanahnya di jamah para pendatang, mereka adalah orang-orang yang saya harap masih mempertahankan kebudayaan betawi dalam diri mereka tanpa tergerus roda pembangunan. Saya harap kelak masyarakat betawi dapat terus mempertahankan nilai-nilai betawi, dan menghasilkan si Doel- si Doel sukses yang tidak hanya menjadi engsinyur tapi juga pemimpin di “negerinya” sendiri yang membangun masyarakatnya agar tidak kalah dengan para pendatang, bukan hanya pemimpin yang “pepesan kosong”…

Rabu, 01 Februari 2012

Assalamu a'laikum wr wb....TIDAK BEDA BANK SYARIAH VS BANK KONVENSIONAL, TIDAK ADA BEDA GADAI SYARIAH VS GADAI KONVENSIONAL, TIDAK ADA BEDA ASSURANSI SYARIAH VS ASSURNSI KONVENSIONAL....

Pertanyaan2 diatas terus menggelinding bagai bola salju...baik dikelas, di FB, di koran, di seminar dan dimana-mana...suatu ketika sayapun dapat pertanyaan serupa....saya menjawab dengan tertawa....memang tidak pernah ada sistim apapun saat diimplementasikan akan benar 100%...pasti ada penyimpangan2nya...seperti halnya didalam statistik ada deviasi/penyimpangan2...dan menurut saya cara2 Islam didalam mengganti atau menyebarkan ajarannya sangtlah indah...tidak langsung menyuruh mengganti suatu kebiasaan/sistim yg sudah terjadi dimasyarakat dengan otoriter..tapi Islam dengan lemah lembut memperingati dahulu bahwa sistim ini salah...yg benar yg ini sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist...bukankah cara berdakwah Rasulullah dan para sahabatnya dengan cara yg lemah lembut tidak langsung mengharamkan dan menyalahkan...bukankah para Wali Songo di Indonesia juga menyebarkan agama Islam dengan cara2 yg lemah lembut...dengan cara masuk melalui Gamelan, Nyanyian, Wayang Golek,..Kebudayaan2 setempat...dsbnya yg saat itu sangat digemari masyarakat...karena saat itu masyarakat masih menganut agama Hindu, Budha bahkan animisme...para wali tidak langsung...ini Bid'ah..ini Haram...tapi para wali dengan cara2 dan strategi yg Elegant memasukkan unsur2 Islami kedalamnya...tdengan cara2 indah dan lembut tsb...sehingga Dak'wh para Wali Songopun berhasil dan Islampun menjadi agama mayoritas di negeri ini. Nah relevansinya dengan topik diatas yg merupakan Dakwah atas penerapan Riba..menurut saya juga sama...perlahan tapi pasti kita mengganti dan memberi pengertian untuk mengganti Bank,Gadai,Assuransi konvensional menjadi syariah....mungkin saja saat ini didalam aplikasinya masih samar2 (tidak ada bedanya)...mari kita perbaiki secara perlahan agar aplikasinya sesuai dengan syariah...mari kita berikan solusi nya untuk memperbaikinya sesuai dengan syariah....tidak elok rasanya kalau terus menghujat...terus berteriak...terus mengkritik tapi tidak memberikan solusinya....apa mau kita hapus aja Bank Syariah...dan menyuruh Masyarakat muslim kembali ke Bank Konvensional...kan malah tambah runyam ya...mari kita perbaiki Bank Syariah, Gadai, Assuransi agar sesuai dengan prinsip syariah yg sesungguhnya....semoga Allah SWT memberikan kekuatan hati dan ketabahan kepada para Mujahid2 Ekonomi & Perbankan Syariah agar terus berjuang menerapkan sistin Keuangan & Perbankan yg anti riba dan sesuai tuntunan NYA...amin...syukran..wass
sumber: http://www.linkedin.com/groupAnswers by: Edy Setiadi, praktisi perbankan syariah